Samarinda, BusamNews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh menguatnya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan.
Plt Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, mengatakan kenaikan harga mingguan tersebut menjadi kabar baik bagi para petani sawit, khususnya petani plasma yang telah bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit.
“Harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp15.293,70 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp14.681,40 per kilogram,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026).
Ia merinci, harga TBS sawit untuk periode 1–15 Mei 2026 berdasarkan umur tanaman dimulai dari usia 3 tahun sebesar Rp3.190,48 per kilogram. Untuk tanaman usia 4 tahun sebesar Rp3.292,00 per kilogram, usia 5 tahun Rp3.382,77 per kilogram, dan usia 6 tahun Rp3.457,08 per kilogram.
Sementara itu, tanaman umur 7 tahun ditetapkan sebesar Rp3.507,07 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.563,83 per kilogram, umur 9 tahun Rp3.607,22 per kilogram, dan umur 10 tahun mencapai Rp3.623,96 per kilogram.
Menurut Ahmad Muzakkir, daftar harga tersebut merupakan standar harga TBS bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik minyak sawit di Kaltim, terutama kebun plasma.
Ia berharap kerja sama antara kelompok tani dan pihak pabrik minyak sawit (PMS) dapat menjaga stabilitas harga TBS di tingkat petani serta mencegah praktik permainan harga oleh tengkulak.
“Dengan adanya kemitraan ini, harga TBS petani diharapkan tetap sesuai harga normal dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak. Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit dapat semakin meningkat,” tutupnya.














Leave a Reply