SAMARINDA, BUSAMNEWS.ID – Belum lama berselang dari insiden kebakaran sebelumnya, dua rumah toko (ruko) di Jalan AW Syahranie I, RT 24, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, kembali dilalap si jago merah, Senin (1/6/2026) siang. Kebakaran diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.05 Wita. Api menghanguskan bagian lantai dua atau rooftop dua ruko yang digunakan sebagai bengkel ban mobil dan kantor koperasi. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi sempat mengundang perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Menariknya, lokasi yang terbakar merupakan titik yang sebelumnya juga pernah dilanda kebakaran. Jika pada kejadian terdahulu api melahap bangunan ruko di sisi kanan, kali ini kobaran muncul dari lantai dua bangunan sebelah kiri yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan ban mobil.
“Saya tahunya dari teriakan orang-orang di luar. Katanya ada ledakan dari tempat ban itu. Suaranya cukup keras,” ujar Jaenab, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Jaenab mengaku saat kebakaran terjadi tidak ada aktivitas berarti di lantai dua bangunan tersebut. Ruangan hanya berisi meja dan kursi. Beruntung, seorang rekannya yang berada di lantai bawah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, membenarkan bahwa lokasi tersebut telah dua kali mengalami kebakaran dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Ini kejadian kedua di lokasi yang sama. Hanya saja titik awal apinya berbeda dibanding kejadian sebelumnya,” jelas Akhmad.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran masih mengarah pada gangguan instalasi listrik. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti sebelum adanya hasil penyelidikan dari kepolisian.
“Indikasi awal memang mengarah ke kelistrikan, tetapi untuk memastikan kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian,” katanya.
Meski terjadi di kawasan pertokoan yang cukup padat aktivitas, proses pemadaman berlangsung relatif cepat. Posisi bangunan yang berada tepat di tepi jalan memudahkan armada pemadam menjangkau titik api. Selain itu, ketersediaan sumber air yang memadai turut membantu petugas dalam melokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan dua posko pemadam, empat unit armada, serta didukung puluhan personel relawan. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Pihak berwenang mengimbau pemilik usaha dan masyarakat untuk secara berkala memeriksa kondisi instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.














Leave a Reply