SAMARINDA, BUSAMNEWS.ID – Warga Jalan Damanhuri 1 Blok E, RT 60, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, mengeluhkan aktivitas penggalian pipa gas yang dikerjakan oleh kontraktor PT Panca Indah Jayamahe. Proyek tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat karena kondisi jalan dipenuhi gundukan tanah bekas galian yang menghambat akses keluar masuk permukiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari lima kendaraan warga, termasuk mobil milik Ketua RT 60, mengalami lecet setelah melintasi jalur yang terdampak pekerjaan galian. Warga menilai gundukan tanah dan kondisi jalan yang belum diratakan menjadi penyebab kerusakan tersebut.

Salah seorang warga, Agung Gunawan, mengatakan kepada BUSAMNEWS.ID bahwa masyarakat berharap pihak kontraktor segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.
“Sudah lebih dari lima kendaraan warga yang lecet, termasuk kendaraan milik Ketua RT 60. Gundukan tanah bekas galian membuat akses keluar masuk warga menjadi sulit. Kami berharap pihak kontraktor segera meratakan jalan dan bertanggung jawab atas kerusakan yang dialami warga,” ujarnya.
Selain kerusakan kendaraan, Agung juga mengungkapkan adanya insiden yang menurut keterangan warga terjadi saat proses pekerjaan berlangsung.

“Pernah terjadi semburan gas yang mengenai salah satu rumah warga hingga menyebabkan seng atap garasi beterbangan. Kejadian itu membuat warga khawatir terhadap keselamatan selama proyek berlangsung,” tambahnya.
Agung Gunawan juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari koordinator tukang yang bekerja di proyek penggalian pipa gas tersebut, terdapat perlakuan yang dinilai kurang baik terhadap warga.
“Dari keterangan koordinator tukang yang bekerja di proyek ini, kami mendapat informasi bahwa ada perlakuan yang kurang mengenakkan. Bahkan disebutkan adanya ancaman terhadap pihak-pihak yang berupaya menghentikan jalannya proyek penggalian pipa gas di RT 60,” ungkap Agung.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari narasumber kepada BUSAMNEWS.ID dan belum dapat diverifikasi secara independen. Oleh karena itu, BUSAMNEWS.ID masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.
Warga berharap proyek pembangunan tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan kerja, komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta adanya tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan selama proses pengerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Panca Indah Jayamahe belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan warga, termasuk dugaan kerusakan kendaraan, insiden semburan gas, maupun dugaan adanya ancaman yang disampaikan kepada pekerja. BUSAMNEWS.ID masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak perusahaan guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.









Leave a Reply