SAMARINDA – Upaya mendorong transisi energi berkeadilan di Kalimantan Timur terus diperkuat. Yayasan Mitra Hijau (YMH) akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Forum CSR untuk Transisi Energi Berkeadilan di Kalimantan Timur: Rekomendasi Sektor Swasta untuk Dialog Kebijakan Nasional, pada Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang akan berlangsung di Meeting Room Mesra Business & Resort Hotel, Samarinda ini akan mengundang Forum CSR Kalimantan Timur sebagai peserta utama, guna menghimpun berbagai perspektif dari sektor swasta dalam mendukung kebijakan transisi energi di Indonesia.
Koordinator Proyek YMH, Dicky E. Hindarto, menyampaikan bahwa peran sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci dalam menjembatani kebijakan dengan implementasi di lapangan.
“Transisi energi tidak hanya berbicara soal penurunan emisi, tetapi juga memastikan keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif seperti batubara,” ujarnya.
Menurutnya, Kalimantan Timur menghadapi tantangan besar dalam proses transisi tersebut. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan membuat transformasi ekonomi menjadi kebutuhan mendesak, agar masyarakat memiliki alternatif penghidupan yang berkelanjutan.
Melalui forum ini, peserta nantinya didorong untuk mengidentifikasi berbagai hambatan implementasi CSR yang berkaitan dengan transisi energi, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih implementatif dan kolaboratif.
Hasil diskusi akan dirangkum menjadi bahan strategis untuk Dialog Kebijakan Nasional, dengan harapan mampu memperkuat kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda Just Energy Transition (JET) di Indonesia.
Selain itu, forum ini juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, mengingat masih adanya kesenjangan antara kebijakan yang ada dengan realitas di lapangan, terutama dalam aspek regulasi, insentif, dan mekanisme kolaborasi.
YMH berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata dalam mendukung transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.





Leave a Reply