Beranda / DAERAH / Amri Mauraga Andalkan Rekam Jejak 26 Tahun di Bursa Dirut Bankaltimtara

Amri Mauraga Andalkan Rekam Jejak 26 Tahun di Bursa Dirut Bankaltimtara

Busamnews.id, Samarinda — Kandidat Direktur Utama Bankaltimtara, Amri Mauraga, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan keluarga maupun afiliasi dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Masud. Ia memastikan pencalonannya murni berbasis profesionalitas, bukan karena faktor politik ataupun kedekatan personal.

“Tidak ada hubungan keluarga dengan Gubernur. Saya maju melalui proses yang independen, berdasarkan pengalaman dan kompetensi,” ujar Amri.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses seleksi Direktur Utama Bankaltimtara yang kini memasuki tahap akhir. Dua kandidat yang dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah Amri Mauraga dan Romy Wijayanto. Penetapan direncanakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 April 2026, menggantikan posisi sebelumnya yang diisi Muhammad Yamin.

Berdasarkan data riwayat hidupnya , Amri merupakan profesional senior dengan pengalaman lebih dari 26 tahun di industri perbankan dan keuangan. Ia memiliki keahlian di berbagai bidang strategis seperti Governance, Risk Management, Compliance (GRC), Asset & Liability Management (ALM), hingga pengembangan sumber daya manusia (HRD).

Karier Amri dimulai sejak bergabung dengan PT Bank Sulselbar pada 1995. Ia kemudian meniti berbagai posisi penting, mulai dari Senior Analis Manajemen Risiko, Pemimpin Departemen Pengendalian Risiko, hingga dipercaya menjadi Direktur Utama pada periode 2021–2022. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama serta memimpin sejumlah grup strategis seperti manajemen risiko, SDM, dan perencanaan.

Tak hanya di sektor perbankan, Amri juga memiliki pengalaman di pemerintahan dan dunia akademik. Ia pernah menjadi Staf Ahli Monitoring dan Evaluasi Rencana Bisnis serta RKA BUMD di Pemerintah Kota Makassar pada 2023–2024, serta tergabung sebagai Tim Penasehat Investasi Pemkot Makassar. Pada 2025, ia juga tercatat sebagai dosen praktisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin.

Dari sisi pendidikan, Amri merupakan lulusan Magister Manajemen Universitas Hasanuddin (2004) dan Sarjana Ekonomi STIEM Bongaya (2001). Ia juga mengantongi berbagai sertifikasi profesional, termasuk Sertifikasi Manajemen Risiko Level-7 BSMR (2024), Sertifikasi Manajemen Umum Dana Pensiun (2018), Sertifikasi Asesor Kompetensi (2017), serta Sertifikasi Kepatuhan Perbankan (2016).

Sejumlah prestasi turut memperkuat rekam jejaknya, di antaranya penghargaan masa kerja 25 tahun, predikat Pemimpin Grup Kinerja Terbaik, serta capaian nilai tertinggi dalam program Sekolah Staf dan Pimpinan Bank (Sespibank) LPPI.

Selain itu, Amri juga aktif sebagai narasumber dalam berbagai forum strategis terkait manajemen risiko dan perbankan, termasuk diskusi mengenai ICAAP dan ILAAP yang menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan industri keuangan.

Dengan rekam jejak tersebut, Amri berharap proses seleksi Direktur Utama Bankaltimtara dapat berjalan objektif dan transparan, serta menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas.

“Saya berharap proses ini memberikan ruang bagi figur yang benar-benar mampu membawa Bankaltimtara menjadi lebih kuat, profesional, dan berdaya saing,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *