Busamnews.id, Penajam Paser Utara — Seorang wanita berinisial W mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah setelah diduga menjadi korban penipuan oleh seorang oknum sopir travel.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 April 2026, saat korban menggunakan jasa travel dari Muara Komam menuju Muara Telake. Dalam perjalanan, sopir travel yang diketahui bernama Rahmatullah, yang mengendarai mobil Xpander putih bernomor polisi B 1002 CZY, meminta bantuan dana kepada korban dengan berbagai alasan.
Menurut keterangan korban, awalnya pelaku meminjam uang sebesar Rp500.000 dengan dalih untuk menambal ban kendaraan yang mengalami kebocoran saat melintas di wilayah Api-Api, Kecamatan Waru.
“Awalnya dia bilang untuk tambal ban, katanya juga untuk bayar orang Maxim yang bantu bawakan ban. Karena kondisinya mendesak, saya bantu,” ujar W.
Namun, setelah itu pelaku kembali meminjam uang dengan alasan berbeda. Korban menyebut pelaku beberapa kali meminta tambahan dana, masing-masing sebesar Rp200.000 dan Rp300.000, dengan alasan untuk menebus suatu barang. Pelaku saat itu meyakinkan korban bahwa uang tersebut akan dikembalikan dalam waktu satu hari.
“Dia ngaku dari loket, jadi saya pikir bisa dipercaya. Katanya besok sudah dikembalikan, makanya saya kasih,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, korban juga mengaku sempat memberikan tambahan uang secara tunai dengan nominal yang diperkirakan sekitar Rp500.000. Secara keseluruhan, kerugian korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp1.500.000.
Saat dilakukan penagihan, pelaku sempat menunjukkan tampilan transaksi m-banking sebagai bukti seolah-olah telah menerima dana masuk, sambil meyakinkan korban agar tidak khawatir.
Namun, setelah itu komunikasi terputus. Nomor korban diduga telah diblokir oleh pelaku. Ketika dihubungi menggunakan nomor lain, pelaku justru membantah dan memutarbalikkan fakta.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada itikad baik dari pihak terduga pelaku untuk mengembalikan dana tersebut. Korban menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak yang bersangkutan untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. (Fi)














Leave a Reply