BUSAMNEWS.ID

Kini Hadir di Samarinda, Berau, & PPU

FORSAT Kaltim Gelar Konsolidasi, Dihadiri 20 Perwakilan Ormas untuk Tagih 5 Janji Kampanye Gubernur dan Wagub Kaltim

Busamnews.id, Samarinda – Forum Ormas Bersatu (FORSAT) Kalimantan Timur menggelar pertemuan konsolidasi bersama sejumlah organisasi masyarakat di Ayam Kepruk Mbak Wanda, kawasan Sempaja, Samarinda, Rabu malam (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 20 perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Pertemuan digelar sebagai bentuk penyatuan sikap berbagai elemen masyarakat untuk menagih realisasi 5 janji kampanye Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, khususnya terkait sektor kesehatan dan pengoperasian kembali Rumah Sakit Islam (RSI).

Koordinator FORSAT Kalimantan Timur, Agung Gunawan Wibisono menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap janji politik yang pernah disampaikan kepada rakyat Kalimantan Timur.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan Timur. FORSAT hadir untuk mengawal dan MENAGIH 5 JANJI KAMPANYE Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang pernah disampaikan kepada rakyat, khususnya terkait pelayanan kesehatan gratis, peningkatan fasilitas kesehatan, dan pengoperasian kembali Rumah Sakit Islam (RSI),” tegas Agung.

Menurutnya, perjuangan FORSAT dilakukan secara damai, konstitusional, dan tetap menjaga kondusivitas daerah. Ia menilai masyarakat Kalimantan Timur membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji politik di atas kertas.

“Kami tidak ingin janji kepada rakyat hanya menjadi slogan saat kampanye. Hari ini masyarakat menunggu realisasi nyata. Rumah Sakit Islam memiliki sejarah panjang dalam pelayanan kesehatan masyarakat Kalimantan Timur, sehingga keberadaannya harus kembali difungsikan demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Agung juga menegaskan bahwa FORSAT akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah benar-benar memberikan langkah konkret kepada masyarakat.

“Kalau janji sudah disampaikan di depan rakyat, maka wajib ditunaikan. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan setelah pesta demokrasi selesai. Kami akan terus bersuara dan mengawal aspirasi rakyat Kalimantan Timur sampai ada kepastian nyata terhadap Rumah Sakit Islam dan program kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain sektor kesehatan, forum tersebut juga membahas persoalan pendidikan dan ekonomi masyarakat yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Terkait pendidikan, FORSAT menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih detail kepada masyarakat mengenai realisasi program pendidikan yang pernah dijanjikan saat kampanye. Pasalnya, hingga saat ini masih terdapat miss persepsi di tengah masyarakat terkait mekanisme dan pelaksanaan program tersebut.

Sementara pada sektor ekonomi, para peserta forum turut menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan tambang rakyat yang berpihak kepada masyarakat lokal. Menurut FORSAT, sumber daya alam Kalimantan Timur harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Sementara itu, Ketua KOPASTI, H. Muhammad Barkati menyampaikan bahwa perjuangan untuk menghidupkan kembali Rumah Sakit Islam bukan sekadar persoalan pelayanan kesehatan, melainkan juga bagian dari perjuangan sosial dan syiar keagamaan.

“Perjuangan ini adalah bagian dari syiar agama dan merupakan jihad dalam memperjuangkan kepentingan umat serta pelayanan kesehatan masyarakat. Karena Rumah Sakit Islam memiliki nilai sejarah dan pengabdian besar bagi masyarakat Kalimantan Timur,” ucapnya.

Dalam forum tersebut, FORSAT juga menegaskan dukungan penuh kepada Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) sebagai pengelola sah Rumah Sakit Islam (RSI) di Kalimantan Timur.

Selain penyampaian pernyataan sikap, para perwakilan ormas turut menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan publik, kesehatan masyarakat, pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga pentingnya pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sipil.

Pertemuan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan. Seluruh elemen ormas yang hadir sepakat untuk terus mengawal kepentingan masyarakat Kalimantan Timur secara damai, konstitusional, dan bermartabat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *