BUSAMNEWS.ID

Kini Hadir di Samarinda, Berau, & PPU

Pengamat Politik Kaltim Soroti Narasi di Balik Demo 214: Media Dinilai Mengadu Domba

Samarinda – Ramainya isu yang berkembang di balik aksi Demonstrasi 214 di Kalimantan Timur menuai perhatian berbagai pihak. Pengamat politik sekaligus kader Partai Gerindra, Salehudin, menilai sejumlah pemberitaan justru berpotensi memecah belah masyarakat dan merendahkan perjuangan demokrasi yang dibawa mahasiswa.

Menurut Salehudin, narasi yang menggiring seolah-olah ada konflik kepentingan antara kepala daerah dinilai tidak masuk akal dan hanya mencari sensasi demi kepentingan komersial media.

“Justru itu merendahkan nalar gubernur dan wali kota yang punya kewenangan penuh. Kok bisa diadu domba seperti itu. Jangan sampai publik digiring pada opini yang tidak sehat,” ujar Salehudin saat dimintai tanggapan terkait polemik pemberitaan Demo 214, Kamis (28/5/2026).

Ia menegaskan aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat harus dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi, bukan malah dipelintir menjadi konflik politik tertentu.

“Media seperti ini juga merendahkan perjuangan demokrasi rakyat Kaltim, khususnya adik-adik mahasiswa yang kita akui sedang berjuang demi bangsa dan Kalimantan Timur,” katanya.

Salehudin juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terbawa arus informasi yang dinilai tendensius dan berpotensi memancing perpecahan sosial maupun sentimen kesukuan.

“Ini berbahaya kalau terus dimainkan. Bisa mengadu domba suku dan memecah masyarakat. Rakyat Kaltim jangan sampai terbawa arus komersial media seperti ini,” tegasnya.

Ia berharap media tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan verifikasi dan menjaga kondusivitas daerah.

“Kalau ada media yang memancing di air keruh, saya kira Dewan Pers perlu memberikan teguran. Pers harus menjadi penjernih informasi, bukan malah memperkeruh suasana,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *