BUSAMNEWS.ID

Kini Hadir di Samarinda, Berau, & PPU

ESG Climate Action Dimulai di Desa Budaya Pampang, Dorong Terwujudnya Kawasan Pariwisata Berkelanjutan

Samarinda, BusamNews.id – Komitmen penerapan program ESG Climate Action sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan mulai diwujudkan di Desa Budaya Pampang, Samarinda. Kegiatan yang digelar pada hari ini menjadi langkah awal kolaborasi berbagai pihak dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai kerangka kerja untuk mengukur dampak kebermanfaatan sekaligus keberlanjutan suatu bisnis maupun usaha.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Tiar Nabilla Karbala, bersama sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Desa Budaya Pampang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan komitmen awal ESG Climate Action karena dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang dapat dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan ESG, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta tata kelola yang baik.

Hadir mewakili Forum CSR Kalimantan Timur, Iwan Harwidian Maharisma, M.Si., menegaskan bahwa penerapan ESG saat ini menjadi kebutuhan penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“ESG bukan hanya tentang kepatuhan atau tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi bagaimana seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang baik. Desa Budaya Pampang menjadi contoh yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan yang tetap menjaga nilai budaya lokal,” ujarnya.

Menurut Iwan, Forum CSR Kalimantan Timur mendukung penuh inisiatif ESG Climate Action yang dilaksanakan di Desa Budaya Pampang. Ia berharap program ini dapat menjadi model kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Kami berharap langkah awal ini dapat melahirkan berbagai program nyata yang tidak hanya berdampak pada peningkatan sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat, melestarikan budaya, serta menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi ESG membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat.

“Keberhasilan ESG tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program ESG Climate Action diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan kawasan pariwisata yang ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai strategi pengembangan Desa Budaya Pampang menuju kawasan pariwisata berkelanjutan. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan lingkungan, penguatan ekonomi kreatif masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya pembangunan yang berwawasan iklim.

Kehadiran Staf Khusus Presiden RI dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai inisiatif daerah yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi yang dibangun sejak awal, Desa Budaya Pampang diharapkan mampu menjadi salah satu contoh kawasan wisata unggulan di Kalimantan Timur yang mengedepankan nilai budaya, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan dimulainya komitmen ESG Climate Action ini, Desa Budaya Pampang diharapkan berkembang menjadi model kawasan pariwisata berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *